JENIS JENIS MESIN JAHIT

Ada beberapa macam jenis mesin Jahit yang digunakan untuk menjahit Pakain,beberapanya adalah :

Mesin Jahit HighSpeed / Jahit Lurus /Jahit Zig-Zag

sangat cocok untuk menjahit bahan pakaian hasil rajutan, kapas dan kimia serat dengan ketebalan media, mengoperasikan dengan mudah dan jahitan yang stabil dan indah,pasokan minyak otomatis dan perangkat mengambil otomastis
Biasanya digunakan untuk menjahit lurus,kemeja,celana dll

Mesin Jahit Obras

cocok untuk  overclocking dan overedging bahan ringan dan menengah pelumasan secara otamatis  dan kinerja yang sangat baik                                                 low sewing tension,Jahitan rapi dan indah

Mesin Jahit Overdeck

Mesin ini mengadopsi sistem pelumasan otomatis tertutup yang lengkap, drive utama mengadopsi timing belt untuk menjamin kecepatan tinggi dan suara kurang, alat ini harus di servive secara khusus, untuk meningkatkan kapasitas ketahanan aus nya
model dasar dari mesin ini dapat membentuk dasar menjahit dan tingkat lanjut. Dapat juga digunakan sebagai mesin jahit khusus untuk menjahit ritsleting nilon dan scallop
Mesin Lubang Kancing

Mesin ini sering digunakan untuk membuat jahitan dalam lubang kancing dan memasang kancing,sangat efektif dan efesien dalam pengerjaannya

Mesin Jahit Jarum Dua Rantai (Distro)


Mesin ini mengadopsi mekanisme tipe jarum feed mechanism,
mengambil dan menangkap untuk menghasilkan
dua baris jahitan rantai, yang tegas dan elastis, cocok untuk jahitan
dan jahitan dekoratif , pakaian dalam, bedcover dan kulit.
Ada lima jenis alat ukur yang tersedia untuk seleksi

10 ALASAN ORANG MEMBELI KAOS

Jika ingin sukses berbisnis kaos, maka satu hal yang harus benar-benar dipahami terlebih dahulu adalah mengetahui alasan seseorang mengenakan atau membeli kaos. Kaos adalah pakaian kasual yang paling umum dikenakan oleh semua kalangan dari anak-anak hingga orang dewasa. Hampir setiap orang di dunia pernah mengenakan, membeli, dan memakai kaos. Permintaan yang besar akan kaos, diimbangi dengan millaran design dan pilihan kaos yang terpampang setiap harinya. Menarik untuk melihat bagaimana diantara jutaan pilihan tersebut seseorang memilih satu kaos yang akan dibelinya?. Apa saja yang menjadi dasar pertimbangannya sebelum mengambil kesimpulan bahwa “ini” adalah kaos yang tepat untuk saya?. Berikut ini adalah beberapa hal yang mempengaruhi keputusan seseorang dalam membeli kaos.

1. Gambarnya keren.
Jelas bahwa di dunia kaos, design adalah segalanya. Gambar kaos atau sablon kaos yang menarik menjadi daya pikat utama seseorang membeli kaos. Meskipun selera setiap orang berbeda, pada kenyataannya gambar design yang bagus selalu lebih diminati daripada design yang biasa-biasa saja. Situs-situs kaos artistik seperti http://designbyhumans.com atau http://gantibaju.com adalah contoh bahwa di dunia kaos, design keren adalah rajanya.
2. Bahannya nyaman.
Bahan yang nyaman juga menjadi pertimbangan saat membeli kaos. Sebagus apapun designnya, jika saat dipegang bahan kaos terasa tidak lembut, maka seseorang bisa batal membeli kaos. Bahan katun adalah bahan yang terbaik untuk kaos. Karakteristiknya yang lembut dan nyaman serta menyerap keringat sangat cocok untuk dikenakan sebagai kaos sehari-hari,
3. Mereknya beken.
Terkadang kita tidak habis pikir. Sebuah kaos hanya dengan gambar sederhana, atau hanya dengan logo saja, bisa dijual seharga ratusan ribu rupiah, dan laku pula!. Secara design mungkin kaos tersebut sederhana, bahan juga standar katun seperti kaos-kaos lainnya. Satu hal yang membedakannya adalah kaos sederhana tersebut ternyata bermerek NIKE atau BILLABONG atau ADIDAS yang notabene sudah menjadi jaminan mutu. Tidak bisa dipungkiri, bahwa MEREK yang sudah ternama, bisa mempengaruhi seseorang untuk memilih kaos tersebut.
4. Pernyataan sikap/statement/ungkapan/kata-kata menarik atau lucu
Jika pernah membeli JOGER atau DAGADU atau kaos kata-kata yang lain, pastinya kita sadar bahwa ternyata apa yang “dikatakan” melalui kata-kata di kaos tersebut cukup menarik sehingga kita setuju untuk membeli dan memakainya. Kaos, selain menjadi busana, juga telah menjadi media untuk menyampaikan identitas, atau statement. Seseorang yang mengenakan kaos bertuliskan “I’M SINGLE TONIGHT” jelas ingin menyampaikan sesuatu bukan?
5. Pernyataan identitas /kelompok
Semua kaos kelas, kaos kampus, kaos komunitas, merujuk pada alasan yang satu ini. Terkadang seseorang membuat kaos khusus untuk menunjukkan siapa dirinya dan siapa kelompok atau komunitasnya. Inilah alasan dibalik pembuatan kaos-kaos yang mungkin kita pernah buat baik untuk kelas, kampus, atau kantor. Kaos bike to work, jelas untuk komunitas orang-orang pecinta sepeda. Kaos “go green” mewakili komunitas pecinta lingkungan.Dan masih banyak sekali komunitas-komunitas sejenis dengan kaos masing-masing
6. Trend
Fenomena trend tidak bisa lepas dari alasan pembelian kaos. Dunia kaos anak bisa menjadi contohnya. Saat film Spongebob terkenal, maka beredar jutaan kaos dengan design Spongebob. Tak lama kemudian trend berganti dan pasar kaos pun dipenuhi dengan design-design Shaun The Sheep. Dan pasar menyambut baik kaos-kaos musiman tersebut, terkadang konsumen seolah berpikir ahwa hidup belum lengkap sebelum memiliki kaos yang sedang trend sekarang. Demikian seterusnya silih berganti trend mempengaruhi dunia kaos.
7. Harga murah.
Jelas bagi yang menginginkan busana casual dan harga terjangkau, kaos adalah pilihan terbaik. Harga kaos jauh lebih murah dibandingkan kemeja. Meskipun banyak kaos yang dijual dengan harga mahal di mal bergengsi, kenyataannya masih jauh lebih banyak kaos yang bisa diperoleh dengan harga dua puluh ribu rupiah. Murah dan praktis. Oleh karena itu kaos adalah pilihan yang tepat.
8. Fanatisme terhadap sesuatu.
Ini adalah alasan mengapa kaos dengan logo klub sepak bola seperti MU, INTERMILAN, AC MILAN, dan lain lain bisa laku di pasaran. Fenomena fanatisme yang sama berlaku untuk jenis kaos /merchandise band, kaos musik, kaos otomotif, kaos vespa, dan lain lain yang memiliki penggemar fanatik.
9. Memorabilia
Terkadang seseorang membeli kaos untuk mengingat bahwa dia pernah ke suatu tempat. Inilah sebabnya selalu ada penjual kaos souvenir di setiap lokasi wisata. Terkadang orang ingin membawa ingatannya bahwa dia pernah berkunjung ke tempat tersebut, caranya adalah dengan membeli kaosnya. Bukan hanya tempat wisata, kaos souvenir juga mewarnai tempat-tempat hiburan lainnya. Hard rock cafe, dengan ratusan outletnya di seluruh dunia memiliki kaos-kaos yang layak untuk dikoleksi.
10. Ekspresi warna
Terkadang orang memilih kaos hanya karena suka warnanya. Beberapa merek hanya memproduksi kaos polos saja tanpa gambar, namun dengan varian yang menarik. GIORDANO adalah salah satu contohnya. Kaos polos memang menyediakan alternatif bagi pecinta kaos yang menyukai beragam warna. Selain harga kaos polos yang murah jika dibanding kaos bergambar, warna-warninya membuatnya lebih mudah jika hendak dipadu-padankan dengan busana lain entah itu celana, atau jaket, topi, atau kemeja.
Mungkin masih banyak lagi alasan seseorang dalam membeli kaos. Yang pasti, untuk setiap alasan yang dipaparkan diatas, terdapat peluang bisnis kaos yang sangat besar. Jadi, tentukan jalanmu dan langsung wujudkan design kaosmu sekarang!.

JENIS JENIS TINTA SABLON

Tinta sablon tersedia dalam berbagai macam jenis. Masing-masing memiliki karakteristik dan aplikasi penggunaan yang khusus. Masing-masing tinta sablon dibuat untuk dapat disablonkan ke satu atau beberapa jenis bahan tertentu, seperti misalnya; tinta plastik tentunya khusus digunakan untuk menyablon diatas bahan-bahan plastik.
Berikut ini adalah beberapa jenis tinta yang dapat kita temui di pasaran dan aplikasi penggunaannya : 

Tinta waterbase / Basis Air

Tinta Rubber / karet / GL : digunakan untuk sablon diatas bahan textile, terutama di bahan kaos. Memiliki karakteristik seperti karet yang dapat melar bila ditarik. Tinta rubber banyak sekali tersedia dalam berbagai macam kualitas. Tinta rubber yang bagus dapat kita kenali dari daya tutupnya, hasil sablonannya apakah lembut atau kasar, dan juga tingkat elastisitasnya ( apakah bila ditarik dia akan melar dan tidak retak ).

Rubber Transparant : merupakan tinta rubber yang memiliki karakteristik transparansi, sehingga dapat digunakan dalam proses sablon separasi ( tumpuk 4 warna ) karena sifatnya yang transparan, sehingga lapisan warna atas dapat depengaruhi oleh lapisan warna yang ada dibawahnya.

Tinta Extender / Medium : digunakan untuk sablon diatas bahan textile, terutama di bahan kaos. Memiliki karakteristik transparansi / bening, sehingga tidak dapat digunakan pada bahan kain yang berwarna gelap. Jenis tinta ini memiliki permukaan yang halus bila kita sentuh, karena dia dapat menyerap ke pori – pori kain dengan baik. Tinta extender dapat juga digunakan untuk menyablon dengan teknik separasi ( tumpuk 4 warna ).

Tinta Superwhite : digunakan untuk sablon diatas bahan textile, terutama di bahan kaos. Pada awalnya tinta jenis ini digunakan untuk menghasilkan efek vintage atau grunge yang samar – samar, karena karakteristiknya yang halus namun dapat disablonkan ke bahan berwarna gelap. Namun akhir-akhir ini superwhite juga banyak digunakan untuk sablon kaos yang menggunakan teknik raster ( gambar gradasi ), yang biasanya cukup sulit untuk diperoleh saat menggunakan tinta jenis rubber.

Tinta Foaming : sering juga disebut dengan tinta timbul / busa, karena karakteristik tinta ini yang dapat mengembang bila terkena press panas. Digunakan untuk menghasilkan efek timbul / foaming pada sablonan diatas bahan textile / kaos.

Tinta Metalic : umtuk menghasilkan warna emas atau silver, maka diperlukan tinta jenis metalic. Tinta metalic terdiri dari 2 komponen, yaitu : binder metalic dan serbuk metalic. Sebaiknya keduanya dicampur pada saat hendak menyablon ( dadakan ) untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih cemerlang, karena tinta jenis ini bisa mengalami proses oksidasi, yaitu proses perubahan warna kearah yang lebih gelap.

Tinta Special Effect – untuk textile / kain

Tinta Discharge ( cabut warna ) : tinta jenis ini memiliki efek khusus yang dapat mencabut/ menghilangkan warna pada kain katun. Sebagaimana yang kita ketahui, kain katun yang berwarna-warni sebenarnya telah melewati proses pencelupan warna. Tinta discharge dapat digunakan untuk menghilangkan kembali pewarna yang sudah menempel di benang kain, sehingga mengembalikan warna benang kain itu ke warna asalnya ( bila warna benang putih maka hasil cabut warna akan terlihat putih kembali ). Dengan teknik sablon, maka tinta discharge bisa menghasilkan sebuah efek yang menawan, karena hanya bidang yang disablon saja yang akan menghasilkan efek pencabutan warna, sehingga tekstur dan warna yang dihasilkan seperti menyatu dengan bahan kain ( karena memang demikian ).

Tinta Glitters : sebenarnya tidak tepat bila disebut tinta karena merupakan campuran dari lem glitters dan serbuk glitters itu sendiri. Tinta glitters menghasilkan efek gemerlap sesuai dengan jenis glitters yang digunakan. Beberapa jenis efek glitters yang dapat anda temui di pasaran, diantaranya adalah ; glitters metalic, glitters rainbow, glitters hologram, glitters hexagon, dsb. Ada dua cara untuk menyablon dengan tinta glitters. Pertama, disablon dengan dicampurkan bersama lemnya ( menggunakan kain screen yang sangat kasar : T-12 SL ). Kedua, dengan menyablonkan terlebih dahulu lem glitters, kemudian glitters tersebut ditaburkan ke atas sablonan lem yang masih basah ( bisa menggunakan kain screen dengan ukuran standart untuk menyablonkan lemnya, mis : T-48 / T-54 ).

Elastic Binder : merupakan tinta / binder yang berkarakteristik sangat lentur. Dapat digunakan untuk menyablon diatas kain yang berpori – pori kasar atau lentur, seperti ; kain sweater, kain spandex, kain rajut, dsb.

Tinta Plastisol : tinta plastisol sebenarnya tidak dapat digolongkan dalam kategori tinta waterbase karena merupakan tinta berbasis minyak / oilbase. Tinta jenis ini memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan tinta jenis waterbase untuk textile lainnya, diantaranya ; tidak mudah kering di screen, daya tutup yang sangat baik, bisa dibuat tebal sekali sehingga menghasilkan efek timbul yang sangat kentara, dsb. Sayangnya, tinta plastisol ini memerlukan peralatan yang cukup mahal untuk proses pengeringannya, seperti ; mesin conveyor curing dan flash curing yang berharga jutaan hingga puluhan juta untuk memilikinya. Tinta plastisol sendiri juga bisa dibagi menjadi beberapa jenis, seperti ; all purpose Ink, High Opacity, High Density Plastisol, Cork Base, Natural Suade, dsb. Salah satu kelemahan dari tinta plastisol ini adalah hasil sablonannya tidak bisa di setrika atau di dry clean karena bisa membuatnya rusak / meleleh.

Foil Transfer : sama seperti glitters, foil transfer bukanlah tinta sablon, karena terdiri dari lem foil dan kertas foil sebagai penghasil efeknya. Teknik sablonnya sederhana, anda hanya perlu menyablonkan lem foil sesuai gambar yang ingin ada beri efek foil, lalu tempelkan potongan kertas foil ke atas lem yang sudah mengering dan lakukan heat press atau cold press untuk transfer efeknya.

Flocking : merupakan sebuah efek beludru yang dapat kita dapatkan dengan cara transfer atau dengan meniupkan serbuk beludru keatas lem flocking yang sudah mengering ( dengan bantuan mesin magnetik blower ). Sebagai pemula, bila anda ingin mencoba efek ini, maka lebih baik dengan menggunakan teknik transfer, yaitu dengan membeli flocking paper siap pakai, karena mesin magnetik blower berharga cukup mahal, sehingga investasi yang perlu anda keluarkan cukup besar.

Tinta Glow in the Dark : tinta ini punya efek bercahaya saat di tempat gelap. Sebenarnya tinta ini merupakan campuran antara serbuk fosfor yang mampu menyerap cahaya dan memendarkannya kembali saatgelap ( efeknya dalam waktu terbatas ) dengan tinta yang berkarakteristik transparant, seperti misalnya : rubber transparant atau tinta extender. Tinta jenis ini hanya dapat menghasilkan efek yang baik diatas warna terang, sehingga bila hendak disablonkan di atas kain berwarna gelap, maka perlu dilakukan underbase ( dasaran ) berwarna terang terlebih dulu.

Crack Binder : tinta jenis ini dapat menghasilkan efek retakan yang natural, sangat menawan bila anda hendak menyablon dengan tema vintage atau grunge.

Tinta Basis Minyak / Solvent Base

Tinta PVC : untuk menyablon diatas bahan/media ; kertas, mika, PVC, acrilyc, kulit sintetis, kayu, dll. Menggunakan minyak pencampur M 3 sebagai pengencer ( solvent ) dan pembersihnya. Tinta PVC mudah untuk digunakan karena tidak mudah kering di screen.

Tinta Polymate : untuk menyablon diatas bahan/media ; plastik PP, PE, atau HDPE ( Kresek ). Menggunakan minyak pencampur M 4 sebagai pengencer ( solvent ) dan pembersihnya. Tinta polymate perlu diproses terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menyablon, karena tinta yang baru dibeli biasanya sangat cepat mengering di atas screen. Sebelum digunakan, tinta polymate dicampur dengan M 4 secukupnya dan dibiarkan dalam keadaan tutup kaleng terbuka untuk beberapa lama ( kurang lebih 20 – 24 jam ), bila sempat sesekali aduk kembali dan tambahkan M 4. Setelah tinta agak mengental, maka dapat segera digunakan dengan nyaman untuk menyablon ( tidak cepat kering ).

Tinta Polytuff : mirip dengan tinta polymate, namun dengan minyak pencampur therfin sebagai pengencer ( solvent ) dan pembersihnya. Biasanya digunakan untuk menyablon karung plastik.

Tinta Nylon : untuk menyablon diatas bahan/ media nylon atau kain polyester ( bahan tas ). Menggunakan minyak pencampur M 3 sebagai pengencer ( solvent ) dan pembersihnya. Tinta nylon mudah untuk digunakan, dan terkadang memerlukan campuran catalyst ( penguat ) untuk bahan nylon tertentu.

Tinta Heavy Duty / Industrial : ada banyak jenis tinta dalam kategori ini yang disesuaikan dengan kebutuhan dan media yang akan di sablon seperti misalnya ; tinta untuk metal, kaca/ gelas, keramik, hard plastik, coated metal, PS, ABS, dsb.
Tinta-tinta sablon yang disebutkan diatas sebenarnya hanya mewakili beberapa saja dari jenis-jenis tinta sablon yang ada di pasaran dan yang sering digunakan. Sebagai pemula, adalah lebih baik untuk anda tidak memusingkan mengenai banyaknya kategori tinta yang ada, karena seiring waktu dan banyaknya projek sablon yang anda kerjakan akan membantu meningkatkan pengetahuan anda akan jenis tinta yang cocok untuk digunakan pada projek yang akan anda kerjakan nantinya.

PENGERTIAN COMBED 20s, 24s, 30s , dan 40s

Pada saat mulai memilih kaos polos, Anda akan sering dihadapkan pada istilah Cotton Combed 20s, 24s, 30s, atau 40s. Apa arti angka-angka tersebut?
Secara umum, semakin kecil angka semakin tebal bahan kaos yang dimaksud. Walaupun demikian, tidak ada standar yang pasti di antara para produsen bahan katun, sehingga istilah 20s dari produsen A bisa berbeda ketebalannya dengan bahan 20s dari produsen yang lain.
Angka 20, 24, 30, dan 40 menunjukkan tipe benang yang digunakan pada proses perajutan menjadi bahan kain.
Benang 20 biasanya digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 180 - 220 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal.
Benang 24 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 170 - 210 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal.
Benang 30 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 140 - 160 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal. Untuk jenis rajutan jarum ganda, bahan kain yang dihasilkan mencapai gramasi antara 210 - 230 gr/m2.
Benang 40 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 110 - 120 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal. Untuk jenis rajutan jarum ganda, bahan kain yang dihasilkan mencapai gramasi antara 180 - 200 gr/m2.
Huruf 's' di belakang angka menunjukkan jenis rajutan untuk bahan kaos. 's' adalah singkatan dari single knit atau rajutan jarum tunggal. Jenis rajutan ini rapat, padat, kurang lentur. Sebagian besar bahan kaos katun yang beredar di pasaran menggunakan tipe rajutan jarum tunggal ini.
Selain single knit, juga ada double knit atau rajutan jarum ganda, bahan dapat digunakan bolak-balik, kedua sisinya sama saja. Bahan kaos double knit ditandai dengan huruf 'd' di belakang angka. Jenis rajutannya tidak rapat, kenyal, dan lentur, sehingga cocok digunakan untuk pakaian bayi dan anak-anak.
Kaos yang biasanya digunakan untuk bahan sablon kaos distro, umumnya menggunakan bahan kain katun combed 20s dan 30s.

MACAM MACAM JENIS KAIN

Kain Katun ( Cotton )

Kain katun ( Cotton ) adalah jenis kain rajut ( knitting ) yang berbahan dasar serat kapas, terdapat jenis kain yang mirip dengan kain katun yaitu kain PE. Cara mudah membedakannya adalah apabila kain katun dibakar maka baunya seperti kertas atau kayu dibakar dan akan menjadi abu.

Keunggulan :

    - Tidak kisut atau kusut apabila di cuci
    - Tidak luntur untuk bahan berwarna
    - Mudah di sablon
    - Menyerap keringat
    - Tidak berbulu

Katun Kombed ( Combed Cotton )

Adalah jenis kain katun yang di produksi dengan finishing disisir ( Combed ) dengan tujuan agar serat-serat kapas halus dapat dipisahkan sehingga kain yang dihasilkan lebih halus dan tidak berbulu. Kain Katun Kombed tersedia dalam dua ukuran yaitu 20's dan 30's.
     - Katun Kombed 20's adalah kain katun kombed yang terbuat dari benang yang berukuran 20's
     - Katun Kombed 30's adalah kain katun kombed yang terbuat dari benang yang berukuran 30's
Kain katun kombed 20's lebih tebal dari pada 30's. Sehingga kain katun 30's lebih lemes daripada kain katun 20's.

Katun Karded

Bebeda dengan kain katun kombed, kain katun karded tidak disisir pada proses finishing pembuatannya. Oleh karena itu masih terdapat serat-serat kapas halus yang tersisa. Tetapi meskipun begitu kain katun karded memiliki keunggulan harga yang lebih murah dibandingkan kain katun kombed.

Kain Lacoste

Kain Lacoste adalah kain jenis bahan yang biasa digunakan untuk membuat kaos POLO/kerah/ Wangki.

Kain Pike

Sama seperti kain Lacoste/adidas, kain Pike juga bisa digunakan untuk membuat kaos POLO/Kerah/Wangki. Sama seperti pada kain Lacoste/adidas untuk membuat kaos kerah tersebut biasannya digunakan kerah jadi.
Kerah Jadi adalah bahan kerah yang sudah jadi diproduksi oleh pabrik dan tinggal jahit. Kerah bikin adalah kerah yang dibuat sendiri oleh tukan jahit dengan menggunakan bahan yang sama dengan bahan kaos ( Katun Kombed dan Kardet ) dengan menambahkan kain keras di dalamnya.

Kain PE

Kain PE ( Poly Ester ) adalah kain yang tingkatnya berada di bawah katun, bahan dasarnya adalah benang polyester. Sama dengan katun, PE juga tersedia dalam bentuk bahan kaos oblong, lacoste/adidas, maupun pike.
Untuk kain kaos yang berbahan PE bentuk dan teksturnya hampir mirip dengan kain kaos yang berbahan dasar katun ( Cotton ). Cara mudah membedakannya adalah mirip kain PE apabila dibakar maka baunya seperti plastik dibakar, jalan apinya cepat dan akan menjadi arang.

Keunggulan :

    Murah

Kelemahan :

    - Pada beberapa jenis PE untuk bahan kaos, kain ini rawan kisut apabila dicuci dan mudah luntur.
    - Pada jenis PE untuk bahan Sweater, biasanya suka berbulu sesudah beberapa kali dicuci.

Light Weight Wools

Di kepala anda, kain wol mungkin langsung identik dengan bahan yang berat, untuk Light Weight Wools, sesuai dengan namanya kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. jatuhnya dibadan pun enak dilihat. Kelebihannya kain ini agak "bandel" alias tahan banting ( awet ).

Akrilit

Bahan untuk membuat kemeja. biasanya dikombinasikan dengan rompi bebahan Light Weight Wools.

Cashmere

Bahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima, jangan heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantong. Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, Cashmere tetap terlihat mewah dan mahal. Semakin sering di cuci, bahan ini akan semakin halus, tetapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci karena mencucinya pun dilakukan dengan shampo.

Lycra

Lycra biasannya dipadukan dengan bahan pakaian lainya, karen kandungannya hanya beberapa persen saja. Tapi bahan pakaian yang terbuat dari unsur lycra akan lebih tahan lama kerapihannya karena sifat lycra yang lentur kaya plastic.

Leather & Suede

Pasti keduanya sudah sangat familiar di telinga anda, bukan tidak mungkin, mulai dari celana, tas, sampai sepatu anda pun terbuat dari bahan tersebut. Dua-duanya sebenarnya sama-sama terbuat dari kulit. hanya saja, Leather dibuat dari kulit luar, sementara Suede dibuat dari bagian kulit dalam. Cari yang halus dan tidak kaku. Untuk dua bahan ini, anda akan memerlukan teknik perawatan khusus untuk membersihkannya.
Untuk Leather, pilih yang tidak mengkilap untuk kesan mahal dan elegan. mengkilap malahan berkesan murahan.

Paragon

Jenis kain ini yang halus seperti kapas. Umumnya digunakan bahan pembuatan Baju Basket. Kualitas IBL Indonesia

D'Tree

Kain berpori penyerap keringat. biasannya digunakan untuk bahan baju basket.

Baby Tray

Jensi kain yang bersifat tebal dan halus serta tidak berbulu. Bagian dalamnya lembut seperti selimut. Biasanya digunakan untuk bahan Jumper/Sweeter.

Aston

Bahan agak licin dan biasanya digunakan dalam pembuatan Jas

Kanvas

Bahan yang tebal dan kasar. Cocok untuk anak muda. Bahan pembuatan jaket, jaket dengan bahan ini sangat tahan lama.